BNI Bekerja Sama Dengan Layanan UMKM Go Global Dengan Diaspora

BNI Bekerja Sama Dengan Layanan UMKM Go Global Dengan Diaspora

BNI Bekerja Sama Dengan Layanan UMKM Go Global Dengan Diaspora – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggabungkan Go Global dengan layanan diaspora UMKM untuk meningkatkan kinerja perbankan internasional.

Dirut BNI Royke Tumilaar mengatakan potensi peningkatan kinerja perbankan internasional cukup kuat karena perusahaan memiliki dua segmen bisnis strategis: UMKM Go Global dan Komunitas Diaspora.

Ia mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/7/2022) ”Kami mendorong kerjasama dengan Go Global UMKM serta pekerja migran dan orang asing yang telah menetap di sana. Ini adalah tujuan kami ke depan.”

Saat ini, BNI dapat melayani sekitar 8 juta ekspatriat di luar negeri. Dari jumlah tersebut, 4 juta adalah pekerja migran dan sisanya adalah orang asing.

Royke memperkirakan jika orang asing menabung $1.000 per tahun, potensi pendanaan pihak ketiga untuk BNI sekitar $8 miliar.

Selain memberdayakan diaspora, BNI memanfaatkan jaringan diaspora untuk mendorong UMKM mendaftar kelas dengan menyediakan produk UMKM Indonesia di luar negeri.

Royke juga menyampaikan bahwa sebagai salah satu bank milik negara, BNI diberdayakan untuk mengembangkan layanan perbankan luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan BNI cabang pertama yang didirikan di Singapura sejak tahun 1955.

BNI juga akan menggunakan layanan digital dalam mengembangkan bisnisnya secara global. BNI Mobile Banking menyediakan transaksi internasional untuk nasabah individu, BNIDirect memberikan solusi bisnis dan lainnya adalah BNI Xpora untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tingkatkan keterampilan bisnis dan perdagangan.

BNI Xpora menawarkan berbagai layanan digital untuk usaha kecil dan menengah dari semua tingkatan, dari perusahaan yang masih pionir hingga yang siap berekspansi di panggung global.

“BNI Xpora dapat diakses secara bebas oleh semua operator UMKM melalui domain xpora.id. Portal ini memberikan akses kepada UKM untuk banyak fitur.” tutur Royke