Salah Satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Purworejo Mengolah Kulit Sapi Secara Kreatif Sampai Menghasilkan Keuntungan Penjualan Hingga Puluhan Juta Rupiah

Salah Satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Purworejo Mengolah Kulit Sapi Secara Kreatif Sampai Menghasilkan Keuntungan Penjualan Hingga Puluhan Juta Rupiah

Salah Satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Purworejo Mengolah Kulit Sapi Secara Kreatif Sampai Menghasilkan Keuntungan Penjualan Hingga Puluhan Juta Rupiah – Kulit sapi di tangan yang kreatif bisa memiliki nilai ekonomi. Terbuat dari kulit sapi, salah satunya bisa menjadi produk fashion sekaligus aksesoris yang bisa Anda jual.

Seorang pengusaha kecil asal Purworejo, Jawa Tengah, Flame Leather secara kreatif mengolah kulit sapi agar layak jual.

Flame Leather bahkan bisa menjual produk kulit hewan ini hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Melalui e-commerce, sejumlah besar cairan mentah juga dijual ke kota-kota besar di Indonesia.

“Pemasaran kami secara offline dan online melalui Shopee dan Tiktok Shop,” kata Tegar Iskandar, pemilik Flame Leather, yang ditemui pada acara pembukaan anjungan Purworejo Creative Festival 2022 di Purworejo, Jawa Tengah (15/7). / 2022). . .

Tegar mengatakan UMKM yang dijalankannya bersama empat temannya ini menggunakan tenaga sapi lokal dan kulit domba di Purworejo. Anda bisa mengkonsumsi puluhan hingga ratusan kilogram kulit dalam sebulan.

UMKM kependekan dari Jalan Kauman No. 14, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, mengoperasikan produk gaya hidup seperti fashion dan aksesoris yang terbuat dari kulit sapi dan kulit domba lokal.

/BAYU APRILIANO (Jumat 06-15 2022) Pemilik Usaha Kecil Menengah (UMKM) asal Purworejo, Jawa Tengah, Flame Leather, Tegar di booth Purworejo Creative Festival 2022 di Purworejo, Jawa Tengah. Flame Leather secara kreatif memperlakukan kulit sapi sebagai nilai jual.

Produk meliputi dompet, tas, sepatu, gantungan kunci, ikat pinggang, kotak korek api, tempat kartu, gelang, tempat pisau dan banyak aksesoris lainnya.

Tegar mengatakan dia memulai bisnis ini dengan tiga temannya karena kemampuannya yang kreatif. Bisnisnya yang telah ia pimpin selama bertahun-tahun, secara bertahap memungkinkannya untuk mengembangkan dan menghasilkan produk yang populer di masyarakat.

Teguh mengatakan, ”Yang penting kita berani memamerkan produk yang kita miliki. Ada keunggulan dari sumber daya lokal (kulit sapi) yang bernilai kualitas tinggi.”

Setahu Tegar, kulit sapi banyak ditemukan di desa-desa dan kolektor kulit di Purworejo. Tegar mengaku tidak kesulitan membeli kulit sapi berkualitas tinggi untuk digunakan dalam pembuatan kerajinan kulitnya.

/BAYU APRILIANO Pengusaha usaha kecil (UMKM) asal Purworejo, Jawa Tengah, mengenakan kulit yang menyala-nyala di booth Purworejo Creative Festival 2022 di Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat, 15 Juni 2022. Flame Leather secara kreatif mengolah kulit sapi sebagai barang jualan. nilai.

Ia mengatakan, industri kulit merupakan subkategori usaha yang mengolah limbah menjadi produk bernilai tinggi. Kami menawarkan produk dengan harga terjangkau dengan modal yang relatif kecil. Meski demikian, harga yang murah bukan berarti kualitasnya kalah dengan kerajinan kulit lainnya.

Tegar mengakui bahwa mereka menjual produknya dengan berbagai harga mulai dari Rs 10.000 hingga Rs 500.000, tergantung pada jenis kulit yang dirawat dan periode pembuatan.

“Sepatu yang paling mahal harganya di bawah Rp 500 ribu,” kata Teguh. “Anda sebenarnya bisa mendapatkan sepatu kulit asli dan menambahkan ukiran nama khusus.”