Jajanan Ice Smoke Bisa Menyebabkan Luka Bakar? Ini Penjelasan Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Jajanan Ice Smoke Bisa Menyebabkan Luka Bakar? Ini Penjelasan Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Jajanan Ice Smoke Bisa Menyebabkan Luka Bakar? Ini Penjelasan Profesor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Selasa (12/7/2022) lalu, Anak berumur 5 tahun di Ponorogo tiba-tiba terbakar saat mencoba menikmati jajanan ice somke (es berasap). Akibatnya, anak tersebut mengalami luka bakar 30% di sekujur tubuhnya.

Jika Anda tidak tahu, camilan seperti es berasap/ice smoke diproses dengan nitrogen cair. Jenis bisnis ini sudah ada sejak lama. Mengutip detikJatim pada tahun 2018, bola permen yang diolah dengan nitrogen cair ini dikenal dengan nama Dragon’s Breath.

Jadi, bagaimana camilan yang sudah diolah dengan nitrogen cair bisa terbakar?

Menjelaskan penyebab ilmiah kejadian terbakarnya anak ini, Prof. Freddy Kurniawan menegaskan penyebutan nitrogen cair mengeluarkan api tidaklah tepat, karena nitrogen memiliki rumus kimia N2 dan tidak bisa mengeluarkan api, tutur Prof. Freddy Kurniawan yang menjabat sebagai Kepala Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

“N2 pada temperatur kamar bentuknya gas. Dinaikkan tekanannya jadi cair. N2 ini sangat dingin di bawah titik beku air,” ujarnya.

Saat zat berada pada suhu yang sangat dingin, maka tidak boleh bersentuhan langsung dengan organ manusia, kata Prof Fredy. Ini karena nitrogen tidak mengeluarkan api, tetapi bahan ini dapat menyebabkan pembakaran dingin/cold burn. Pembakaran dingin/cold burn adalah terbakar karena suhu yang sangat dingin. “Bekas Luka bakar akibat suhu yang sangat dingin sama dengan bekas terbakar dengan api menyebabkan kulit seperti melepuh imbuhnya”.

Dia mengatakan apabila makanan yang diolah menggunakan nitrogen cair dengan cara yang tidak tepat dapat menyebabkan luka bakar yang serius.

“Luka bakar menjadi bahaya paling serius, Ini sebenarnya tidak boleh sampai tersentuh. Efek lain adalah ketika nitrogen menguap akan melepaskan oksigen,” katanya.

Dia menjelaskan lagi: “Bisa dibayangkan apabila penjualnya menambahkan cukup banyak kalau dia tidak tahu Ada yang menguap dan ada yang masih cair. Dan cairan itu bisa masuk ke mulut dan menyebabkan luka bakar di mulut. ”

Menurutnya, sebenarnya ada buku yang menjelaskan penggunaan nitrogen cair dalam dunia kuliner. Buku ini ditulis oleh Agnes Bertha Marshall pada abad ke-20.

Buku tersebut menjelaskan bahwa mengolah makanan dengan nitrogen cair membutuhkan cara khusus dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Zat ini digunakan untuk mendinginkan adonan makanan dengan sangat tiba-tiba untuk membuat air kristal bertekstur halus.

Buku itu sendiri menjelaskannya dalam konteks camilan es krim. Namun, makanan baru aman untuk dimakan setelah semua nitrogen menguap.

Para penjaja ice smoke mementingkan efek smoke atau asapnya. Sementara, apabila nitrogen cair diberikan tanpa perhitungan yang tepat, maka akan ada sisa cairan nitrogen yang ikut terkonsumsi dan ini berbahaya. itu pendapat Prof. Fredy