Bisnis Furnitur Pria Ini Ramai Dibicarakan Di TikTok, Omzet Penjualan Sampai Ratusan Juta Rupiah

Bisnis Furnitur Pria Ini Ramai Dibicarakan Di TikTok, Omzet Penjualan Sampai Ratusan Juta Rupiah

Bisnis Furnitur Pria Ini Ramai Dibicarakan Di TikTok, Omzet Penjualan Sampai Ratusan Juta Rupiah!!Pilihan furnitur menjadi perhatian khusus bagi banyak pemilik rumah. Selain desain interior dan kemampuan beradaptasi kualitas, masalah harga juga penting untuk dipertimbangkan.

Saat ini, banyak produk dalam negeri yang lebih bagus dari merek luar negeri. Saat ini, merek furnitur lokal juga memperluas jangkauannya melalui konten media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Pernahkah Anda mendengar nama Decorunic untuk beberapa pengguna internet yang mencari furnitur di media sosial, khususnya TikTok? Ya, hanya sedikit orang yang tahu nama mereknya.

Decorunic adalah salah satu merek furnitur lokal asal jepara , yang secara keseluruhan merek tersebut mengusung furniture yang multifungsi dan hemat ruang. Furniture buatan Decorunic bisa dibuka, untuk berbagai fungsi, dan bisa diubah atau dimanipulasi penataan letaknya.

Muhammad Wahyu Amirudin (32), Pemilik Decorunic mengatakan Decorunic dipatenkan sebagai brand sejak 2018.

“Secara Legalitas Decorunic berdiri 2018. Tapi sebelumnya, ditahun 2016 kita sudah menjual Furniture custom. Awalnya jualan aksesoris internal yang menempel di dinding, kaya meja lipat yang menempel didinding . ungkap Wahyu seperti dilansir dari Detik.com

Wahyu melebarkan bisnisnya dengan sahabatnya. Dia berperan dalam bagian pemasaran dan sahabatnya mengurusi bagian produksi.

Tumbuh dilingkungan pengrajin kayu, Pria 32 tahun itu juga memiliki Orang tua yang bergelut dibidang usaha Furniture atau mebel di Jepara

“Sebenarnya saya berada di lingkungan pengrajin dan pembuat mebel di Jepara. Jadi kalau di rumah kita berdua belajar tentang Furniture. setelah bapak saya meninggal usaha tersebut dilanjutkan ibu saya, dan saya membuat usaha sendiri Decorunic yang terpisah dari usaha orang tua,walaupun terpisah saya masih membantu usaha keluarga di bidang pemasaran.” imbuhnya

Yang cukup menarik, Wahyu adalah lulusan Sastra Indonesia dan ia mempelajari ilmu marketing saat menjadi karyawan di sebuah perusahaan.

Dekorunik menjadi fokus utama Wahyu, yang sebelumnya Decorunic itu hanya sambilan saja. Saya memutuskan keluar kerja tahun 2020, dari sebuah perusahaan penjualan herbal online memang untuk fokus Decorunic ,”jelas pria asal Jepara itu”.

Target Pasar Decorunic itu sendiri dikatakan Wahyu lebih ke kalangan milenial muda, terutama orang yang baru punya rumah.

“Target kita lebih ke milenial atau pasangan milenial, biasanya mereka punya hunian dengan tipe dan model rumah yang minimalis dan tidak terlalu besar. dari situ Dengan ruangan pasti mereka harus punya furnitur yang hemat ruang, dan tidak ada tempat yang sekaligus secara fungsi ini bisa mencakup banyak hal.. Jadi, dengan cara ini bisa bikin hemat ” katanya.

Proses kreatif dari desain furniture Decorunic dimulai dari melihat masalah yang ada pada pelanggan. Lalu, tim akan berdiskusi secara lebih lanjut apa solusi dari permasalahan pelanggan tersebut. Setelah ada kesepakatan, tim visual akan membuat desain nya.

“Terkait desain, fitur, dan fungsi. apabila sudah sesuai, baru di alihkan ke tim produksi. kemudian kita iklan yang dibuat promosi ke sosmed, ” tambah Wahyu.

Secara keseluruhan produk Decorunic bertema multifungsi dan hematruang. Ada juga produk aksesoris, meja tamu hingga standing mirror, dengan harga yang bervariasi.

“Harga yang paling murah aksesoris Rp 20 ribu sampai Rp 4 jutaan kecuali kalau cutom. salah satu produk yang pernah tranding di Tiktok yaitu Standing mirror dengan harga 1,9 juta”

Kebanyakan produk Decorunic menggunakan bahan triplek berkualitas dan juga bahan kayu mahoni yang hanya dipakai untuk beberapa bagian pendukung saja. Wahyu juga sempat mengatakan hal itu memang agak aneh dari Furniture Jepara, yang rata-ratanya memakai bahan kayu.

Pria asal Jepara itu mengaku modal awal membangun bisnis ini adalah dari uang pribadi dari gaji yang disisihkan, dan juga modal patungan dengan sahabatnya. Jumlahnya sekitar Rp 5 juta, itu sudah termasuk untuk bahan dan juga produksi.

Wahyu juga membeberkan dalam sebulan pertama bisnisnya itu, ia hanya mendapatkan omzet sebesar Rp700 ribu. hingga kini dirinya berhasil mendapatkan omzet hingga ratusan juta rupiah.

April 2018 hanya menghasilkan Omzet Rp 700 ribu, itu adalah omzet pertama dalam sebulan ketika awal menjalankan bisnis nya, dalam kurun waktu 5 tahun omzet nya sudah bisa menembus Rp 350 – 450 juta perbulan” imbuhnya

Pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu, tidak terlalu berdampak pada bisnisnya. Justru, saat itu malah permintaan pembelian meningkat.”ungkap Wahyu.

“Apabila Dari sisi produksi ada yang menghambat dikarenakan ada beberapa material tengganggu distribusi nya dan ada keterlambatan. Namun dari sisi pemasaran, 98% strategi pemasaran yang  berbasis internet itu meningkat berkali-kali lipat. Mengapa?Mungkin mereka memiliki lebih banyak menghabiskan waktu dirumah untuk menata rumah, sehingga penggunaan media sosial untuk dekorasi rumah lebih banyak.”ungkap Wahyu.

Dalam sehari Decorunic bisa menjual 50 produk dan sebulan diangka 1000 lebih item terjual (untuk semua jenis produk). Decorunic bisa memproduksi 200 item kecil, 20 item sedang, dan yang besar 10 item dalam satu hari. Saat ini, Decorunic sudah memiliki gudang produksi sendiri di Jepara dengan 30 orang pegawai. Diantaranya bagian produksi 18 orang, Marketing dan Finance 15 orang.

Penjualnya pun telah dilakukan keseluruh Indonesia dari sabang sampai merauke. Namun untuk ke Luar negri belum berani sekalipun permintaan di luar negri cukup banyak.

“Kalau untuk ke luar negeri memang belum, dari kawasan asia tenggara seperti Malaysia,Brunei, kita ga berani dikarenakan perlu biaya yang sangat tinggi untuk pengiriman ke luar negri,karena masih bersifat retail terkecuali ada distributor dari luar negri yang mau ambil satu kontiner kita ambil” ungkap wahyu.

Di sisi lain, dalam mengembangkan bisnisnya Wahyu juga terkendala modal usaha.

“Ya, saya punya modal sebanyak itu sekarang, tetapi saya masih menggunakannya  untuk memutarkan uang. Ya, saya pikir kami perlu tambahan modal lebih banyak untuk mengembangkan produk. Karena pengalaman Ramadhan kemarin, permintaan sangat tinggi kita belum bisa memenuhinya karena terkendala di modal. sampai sampai pembeli harus melakukan Pre Order selama satu bulan” kasihan juga tutur Wahyu.

Ia juga mengatakan bahwa materi bukan salah satu pencapaian utama karyanya. Tapi ini tentang reaksi pelanggan setia yang menunggu rilisan produk terbaru mereka.

“Secara pribadi, pencapaian terbesar saya bukanlah Uang. Saya merasa pencapaian terbesar saat ini adalah akhirnya dapat menciptakan merek,Dengan produk yang ditunggu-tunggu oleh pelanggan kami. dan ini menyenangkan bagi saya. Artinya, banyak yang menantikan produk terbaru kami dan senang terhadap produk kami. Itu yang kami banggakan,” ujar Wahyu.

Wahyu memberikan tips bagaimana cara mengembangkan usaha Decorunic bisa berkembang seperti sekarang. tipsnya adalah:

1. Manfaatkan Branding di Sosial Media

Pebisnis harus bisa memanfaatkan momen promosi, terutama di sosial media.

“Kita cermati platform apa? Kalau sekarang zamannya video pendek, misal lagi trend reels, TikTok. Ya buat konten di sana. Tapi, itu kan sifatnya dinamis, ya kita harus peka harus peka buat manfaatin, “imbuhnya.

Pengikut di TikTok Decorunic sudah mencapai 400 ribu lebih dan di instagram sudah mencapai puluhan ribu pengikut.

2. Bentuk Tim yang Solid

Tim yang solid Itu penting. Misalnya, sewaktu kita tidak menyentuh pekerjaan itu ya nanti tim kita yang akan menangani.

“Saya selalu menanamkan prinsip untuk fokus pada perbaikan. Jika ada masalah ya kita fokus ke solusinya, bukan ke permasalahannya” ujar  Wahyu.

3. Jangan Pernah Ragu untuk Investasi ke Ilmu

“Belajar adalah jadi hal yang wajib dan jadikan itu budaya, setiap bulan di tim saya, saya wajibkan mereka untuk menyampaikan apa yang sudah dipelajari dari hasil belajar, mengaluarkan ide-ide per individu dan itu harus ada yang mereka utarakan”kata Wahyu.

4. Jangan Menjadi Leader yang Egois

Walaupun punya seorang bawahan, tapi sejatinya menjadi seorang pemimpin harus bisa mendengarkan apa yang disampaikan oleh mereka.

“Jadi, pemimpin jangan egois jangan terus merasa harus benar. Harus mendengarkan apa yang disampaikan oleh timnya juga, ” ujarnya.

5. Punya Visi Bisnis yang Jelas

Dalam menjalankan bisnis, tentu harus disiapkan visi yang jelas. Adanya sebuah referensi yang jelas, bisa membuat kita tahu seperti titik pencapaian yang targetkan.

“Bisnis itu harus punya visi yang jelas, baik itu jangka pendek, menengah maupun panjang. Misal, 5 tahun ini bisnis kita mau jadi apa? Titik pencapaiannya seperti apa? Atau apa? tahun depan kita mau apa? jadi, ada pencapaian yang jelas, sekedar tidak mengalir gitu aja. Ada tujuan jelasnya mau kemana. Itu yang saya terapkan pada tim saya, “kata Wahyu.