Kopi Robusta Dijadikan Produk Unggulan Dari Alam

Kopi Robusta Dijadikan Produk Unggulan Dari Alam

Kopi Robusta Dijadikan Produk Unggulan Dari Alam – Kopi robusta dijadikan sebagai produk unggulan dari Pagar Alam, Sumatera Selatan. Pengembangan kopi Robusta sebagai produk unggulan diharapkan mampu menciptakan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya di kota Bajar Alam.

Hal tersebut disampaikan oleh Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf).

Sandiaga mengatakan kopi robusta Paga Alam ditanam di ketinggian antara 1.000 dan 1600 m (mdpl) di atas permukaan laut, yang memberikan cita rasa yang unik.

“Menariknya, kopi robusta ini biasanya ada di ketinggian 100 meter ke bawah. Tapi, ini saya baru nyoba di 1000 sampai 1600 meter. Dan ternyata, saat saya mencicipi cita rasanya sangat unik. Ini salah satu yang ingin kita kedepankan. Jadi, menurut saya ini layak untuk kita dorong,” ujar Sandiaga

Sandiaga mendukung pemerintah daerah untuk melakukan uji sampling segera tahun depan agar kota tersebut bisa masuk ke dalam Ekosistem Kabupaten/Kota Kreatif.

Kementerian Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Pariwisata akan memberikan dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif, seperti pendidikan, perluasan pemasaran, dan dukungan finansial bagi pelaku ekonomi kreatif melalui tes seleksi.

“Saya tadi sudah berkoordinasi agar tahun depan difasilitasi uji petik, sehingga nanti terpilih subsektornya. Syukur-syukur kopi, karena kopi ini sangat ikonik di sini. Ini bisa kita dorong dan nanti setelah mengikuti uji petik dan ditetapkan kota kreatif, ini bisa diikutsertakan di Indonesia Creative City Network dan sampai bisa ke tingkat dunia melalui UNESCO,” kata Sandiaga.

Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kopi robusta dari Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kopi robusta dari Pagar Alam, Sumatera Selatan.(Dok. Kemenparekraf)

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Hariyanto  telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaku ekonomi kreatif Pagar Alam melalui program Kemenparekraf seperti BEDAKAN (Bedah Desain Kemasan) untuk Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dan jika ada kolaborasi promosi produk, dari unit kerja kami siap membranding Kota Pagar Alam melalui kegiatan uji petik. Melalui uji petik inilah Kota Pagar Alam bisa masuk dalam ekosistem Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia,” ujar Hariyanto.

Sementara itu, Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni, mengatakan kopi merupakan prioritas dan mata pencaharian masyarakat Pagar Alam. Ia berharap kopi Robusta Pagar Alam menjadi produk unggulan bagi ekonomi kreatif.

“Kami juga ingin kopi kami masuk pasar ekspor,” ujar Alpian.