Cara Mengatasi Isu Bakso Boraks, Bakso Tikus, Pedagang Bakso Dan Mie Bentuk Koperasi

Cara Mengatasi Isu Bakso Boraks, Bakso Tikus, Pedagang Bakso Dan Mie Bentuk Koperasi

Cara Mengatasi Isu Bakso Boraks, Bakso Tikus, Pedagang Bakso Dan Mie Bentuk Koperasi – 50.000 pedagang mie dan bakso di Indonesia telah membentuk koperasi, kata Aria Bima, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima sekaligus Ketua Dewan Pembina Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso).

Koperasi dibentuk untuk memfasilitasi pengawasan kualitas mie dan bakso, yang sering diserang isu-isu negatif.

Aria Bima mengatakan koperasi Papmiso diserang saat pedagang mengeluarkan bakso tikus, bakso boraks dan bakso yang tidak sehat dan tidak sehat untuk dikonsumsi.

Aria Bima dalam siaran pers yang diterima Kompas.com mengatakan, “Permintaan Ibu Megawati Soekarnoputri untuk kumpul bareng di Senayan untuk makan bakso bersama seluruh anggota Papmiso supaya membangkitkan kembali semangat pedagang dan atas inisiatif itu Papmiso membuat koperasi.”

Menurut Aria Bima, tujuan dibentuknya koperasi saat itu adalah untuk melembagakan para pedagang pasta dan bakso agar mudah mengelola kualitas pasta dan baksonya.

Dengan demikian, pedagang dapat dengan mudah memperoleh label Standar Nasional Indonesia (SNI), izin edar pemerintah, dan sertifikasi halal.

Aria mengatakan dengan penuh semangat, “Bakso yang dibuat dalam industri koperasi nanti kita akan kontrol bareng-bareng supaya isu bakso tikus, isu bakso kena boraks, atau isu bakso yang kadang dianggap tidak sehat dan tidak higienis itu bisa teratasi. Untuk di Jabotabek saja 50.000 pedagang bakso, saya kira itu akan mengatasi.”

Sebelumnya, pihaknya mendorong para pedagang pasta dan bakso menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

Hal ini untuk memungkinkan pedagang mie dan bakso untuk berjualan secara online.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan 1.200 dari 50.000 anggota Papmiso mencoba berjualan online. Menurut data Go Food, ada 62.700 penjual mie dan bakso yang berjualan di platform tersebut.

Teten berkata, “Grab Food juga sekitar 120.000. Jadi sebenarnya sudah cukup banyak, nanti kita ada PR dengan Papmiso bagaimana 50.000 (anggota Papmiso) dalam dua tahun kita targetkan semua go online.”

Maka pihaknya dengan senang hati membantu pedagang pasta dan bakso masuk ke pasar digital. KemenKopUKM juga membantu para pedagang mi dan bakso mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), kemudahan akses ke perbankan untuk bantuan permodalan melalui Skema Kredit Usaha Perorangan Kolektif (KUR), serta mendapatkan izin edar dan sertifikasi halal.

“Untuk yang online ini kita harus inovasi dan itu sudah dilakukan oleh Papmiso selama pandemi COVID-19. Ketika warung mi dan bakso terkendala jualan secara offline, Papmiso membuat bakso frozen.d Jadi pedagang bakso yang ada di Papmiso ini sudah melakukan inovasi menyesuaikan dengan teknologi,” kata Teten.

Presiden Jokowi mengajak para pedagang mie dan bakso anggota Papmiso untuk menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan bisnisnya. Teknologi digital memungkinkan bisnis pedagang pasta dan bakso berkembang lebih cepat.

“Sebagai sektor UMKM yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian di Tanah Air, saya berharap kepada Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso ini agar mendorong anggotanya untuk memanfaatkan teknologi digital, supaya berjualan secara online atau melalui marketplace, sehingga tenaga kerja di sektor ini tetap bertahan dan bahkan kita harapkan dapat meningkat,” ucap Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan, setiap kali berkunjung ke kawasan itu, pihaknya akan melihat kios pasta dan bakso memenuhi jalan dan pasar. Menurut Jokowi, ini pertanda pasta dan bakso sudah dikenal masyarakat dan paling laris.

“Sering saya juga lihat antrian di kios pedagang pasar yang antrinya panjang, karena ingin makan bakso,” ucap Jokowi.

Tidak hanya memenuhi jalanan dan pasar, mie dan bakso juga menjadi konten yang membangkitkan semangat di media sosial oleh para konten kreator.

“Artinya apa? Bakso menjadi salah satu makanan yang sangat dikenal di seluruh masyarakat Indonesia dan paling banyak penggemarnya,” kata Jokowi.