Sebanyak 13.600 Produk Impor Dalam E-Katalog telah dibekukan

Sebanyak 13.600 Produk Impor Dalam E-Katalog Telah Dibekukan

Sebanyak 13.600 Produk Impor Dalam E-Katalog Telah Dibekukan – Sebanyak 13.600 produk impor dalam e-katalog telah dibekukan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Abdullah Azwar Anas, Kepala LKPP, mengatakan 13.600 produk sudah memiliki alternatif produk di dalam negeri.

Abdullah Azwar Anas menjelaskan, pembekuan produk impor merupakan langkah untuk menekankan relevansi produk UMKM dalam e-katalog.

“Sekarang sudah ada 13.600 produk impor yang sudah ada subtitusinya telah kita bekukan alias tidak bisa dibeli di e-katalog,” kata Abdullah Azwar Anas, Kamis (25/8/2020), menurut surat kabar Antara.

Anas meyakini tren pembekuan produk impor dalam e-katalog akan terus berkembang dengan pemanfaatan teknologi big data dan blockchain yang sedang digarap PT Telkom.

Pembekuan produk impor tentunya tidak terlepas dari arahan Presiden Jokowi kepada LKPP untuk menghentikan rantai pencatatan produk dalam katalog elektronik. Abdullah Azwar Anas telah berperan penting dalam meningkatkan kehadiran produk lokal di e-katalog.

Anas mengatakan, ”Dulu perlu delapan proses sekarang dua proses saja. Maka kala dulu hanya ada 52.000 produk, kurang lebih sekarang 600.000 produk untuk e-katalog.”

Dalam hal yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Presiden Bappenas Suharso Monoarfa menjelaskan, Presiden Jokowi terus mengarahkan agar ada langkah-langkah untuk mencocokan produk lokal untuk memenuhi belanja APBN dan APBD.

Dan dalam hal produk dalam negeri ini yang diinginkan adalah yang benar-benar Tingkat Kandungan Dalam Negerinya (TKDN) itu tinggi. Bukan barang impor hanya diganti bungkusnya, misalkan dengan 1%-2% kemudian dibilang produk dalam negeri,” ujar Suharso

Dan untuk itu, kata dia, pemerintah nantinya akan merancang regulasi untuk sertifikasi produk dalam negeri, termasuk yang masuk ke dalam e-katalog.

Suharso juga menyoroti lonjakan 600.000 produk dalam negeri yang sudah ada di e-katalog. Pemerintah menargetkan pencapaian produk dalam negeri 1 juta pada akhir tahun ini dan 2 juta produk dalam negeri pada tahun depan.