Pelaku Industri Furnitur Didorong Untuk Meningkatkan Potensi Pasar Domestik

Pelaku Industri Furnitur Didorong Untuk Meningkatkan Potensi Pasar Domestik

Pelaku Industri Furnitur Didorong Untuk Meningkatkan Potensi Pasar Domestik – Pelaku industri furnitur didorong untuk meningkatkan potensi pasar lokal dengan peluang yang besar.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan industri mebel dan kerajinan yang selama ini bergantung pada pasar ekspor harus mulai diperbaiki.

Teten Masduki mengatakan pada Munas ke-7 Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) “Di tengah kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian saat ini, pasar ekspor akan mengalami gangguan dan industri furniture dan kerajinan harus mengubah haluan ke pasar dalam negeri.” di Yogyakarta Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagaimana disampaikan dalam siaran persnya, Selasa (23/8/2022).

Untuk mendukung hal tersebut, Teten menegaskan pemerintah memiliki kebijakan belanja pemerintah sebesar 40% untuk produk UMKM yang dapat digunakan di industri mebel dan kerajinan, atau setara dengan Rp 400 triliun pada tahun ini.

“Industri furnitur bisa mengambil bagian di bidang penyediaan furnitur sekolah. Nilainya lumayan, ada Rp54 triliun. Sebelumnya bangku sekolah harus SNI, tapi sekarang enggak perlu. Sekarang dipangkas. Kita akan optimalkan ini. Jadi mungkin tadi belanja pemerintah kita optimalkan dan setiap tahun akan lebih mudah.” ujar Teten.

Selain itu, Menteri Teten menambahkan bahwa pemerintah sedang berbenah agar kebijakan ini dapat lebih diserap oleh para pemangku kepentingan bisnis, terutama bagi UMKM.

Yang bisa dilakukan adalah memahami kebutuhan pemerintah agar suplai produk bisa dilakukan secara optimal.

“Kami berusaha sebelum masuk tahun baru, belanja pemerintah dipetakan kebutuhannya. Sehingga bisa tahu apa pengadaan pemerintah. Kalau mendadak kan tidak bisa,” kata Teten.

Diakui Teten, ekspor furnitur Indonesia pada kuartal I 2022 sudah di atas $1 miliar. Jumlah tersebut meningkat 15,87% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM), Teten Masduki menghadiri Musyawarah Nasional VII Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (23/8/2022).

Dok. KemenKopUKM Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM), Teten Masduki menghadiri Musyawarah Nasional VII Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (23/8/2022). https://asset.kompas.com/crops/LxukdIgeUCVw-rhhcfbb9kkKhPc=/0x0:1280×853/750×500/data/photo/2022/08/23/630503f351ffa.jpeg

Sedangkan untuk ekspor furnitur, furnitur kayu (53,37%), furnitur rotan (7,24%), dan furnitur logam (3,95%) menempati urutan pertama dalam pangsa pasar AS.

Teten berharap kegiatan ini dapat memberikan peta jalan strategis bagi pengembangan industri mebel dan kerajinan bagi UKM.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asmindo Anggoro Ratmadiputro mengakui industri mebel dan kerajinan menghadapi masalah yang sangat serius – dampak jangka panjang dari pandemi COVID-19.

Hal ini terkait dengan pasar ekspor yang terganggu oleh berbagai faktor, termasuk inflasi global dan faktor geopolitik.

“Untuk menghadapi hal ini, kami berharap perhatian lebih dari pemerintah untuk hadapi situasi serius ini. Selama ini kita perhatikan pasar ekspor, saat ini kita harus mengubah haluan karena pasar ekspor sedang terdampak pandemi,” ujar Angoro.

“Saya ingin sampaikan bahwa kita harus menyiapkan strategi untuk menghadapi pasar ekspor yang belum membaik. Kita harus menggarap dengan serius pasar dalam negeri karena masih dikuasai impor. Oleh karena itu harus dilirik ini dan tentu tanpa kerja sama dengan pemerintah tidak akan berhasil. Kita ingin produk anak negeri jadi tuan di negeri sendiri,” lanjut Angoro.