Sebanyak 45 Desainer Akan Memamerkan Karyanya Di Malang Fashion Runway 

Sebanyak 45 Desainer Akan Memamerkan Karyanya Di Malang Fashion Runway 

Sebanyak 45 Desainer Akan Memamerkan Karyanya Di Malang Fashion Runway – Pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir juga berimbas pada perancang busana. Situasi ini membuat sebagian besar desainer yang merupakan bagian dari pelaku UMKM kesulitan mencari pasar.

Satria Parama salah satu desainer yang berasal dari Malang, Jawa Timur,  mengatakan sulit menjual pakaian desainer selama pandemi COVID-19.

Bahkan, ia sempat oper haluan memproduksi masker batik untuk membiayai pendapatan pegawainya.

“Saya sendiri sempat off, di masa pandemi banyak kami melakukan penghematan, lebih memproduksi masker batik, juga menghabiskan stok busana yang ada, tidak lebih dari itu, istilahnya untuk bisa tetap bertahan membiayai pegawai kami,” Ujar Satria, ketika di wawancarai pada Jumat, 19/8/2022.

Ia berharap kondisi saat ini akan lebih baik. Satria juga merangsek ke panggung mode Malang untuk mendapatkan kembali kehadirannya sebagai seorang desainer.

Nantinya, pada 27-28 Agustus 2022 di Mal Malang Town Square (Matos), Satria akan menghadirkan busana pria bertema Jawa. Pakaian berbentuk tunik yang dipadukan dengan jubah batik berornamen yang menggambarkan zaman kerajaan Singosari dan Majapahit.

“Nama koleksinya Raja Salegacy, tentu sebelum membuat, saya observasi ke candi-candi, membaca literatur yang ditulis oleh arkeolog. Motif batiknya, untuk rompinya kami adaptasi dari arca-arca zaman dulu. Jadi ada motif seperti medalion, kawung, itu kami eksplorasi lebih lanjut,” lanjut dia.

Pria yang sudah berprofesi sebagai perancang busana sejak 2017 itu berharap peragaan busana bisa kembali hidup. Hal ini juga akan berdampak positif dalam menjaga eksistensi desainer.

Selain itu juga berdampak pada sektor ekonomi karena orang lain dapat menghargai pekerjaan Anda saat ini. Ia menuturkan, bisnis fesyennya menelan biaya mulai dari Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah.

“Harapannya teman-teman desainer bisa lebih giat dengan dunia fashion, walaupun sempat dilanda pandemi tidak mengurangi semangat kita untuk eksplorasi kreativitas,” ujarnya.

Direktur Mal Matos, Fifi Trisjanti mengatakan bahwa tema Malang Fashion Runway 2022 adalah ‘Fashion Trend 2023’. Sebanyak 45 desainer dan 34 model pria dan wanita berpartisipasi.

“Nanti di hari pertama lebih colorfull, kemudian hari kedua lebih ke etnik yang ditampilkan, jadi ada busana yang menggambarkan budaya daerah-daerah Indonesia,” ujarnya.

Malang Fashion Runway terakhir kali digelar pada tahun 2019 dan sempat vakum selama masa pandemi COVID-19. Ia berharap kebangkitan kembali kegiatan tersebut akan menginspirasi semangat kreatif para desainer.