Jangan Mudah Tergiur Menjadi Konsumtif Ketika Usaha Mulai Berkembang

Jangan Mudah Tergiur Menjadi Konsumtif Ketika Usaha Mulai Berkembang

Jangan Mudah Tergiur Menjadi Konsumtif Ketika Usaha Mulai Berkembang – Pengusaha pemula kerap dihadapkan pada situasi di mana mereka kehilangan fokus saat bisnis yang mereka jalankan mulai membuahkan hasil.

Ketika bisnis yang dikelola menghasilkan keuntungan, beberapa perwakilan bisnis tidak tergoda untuk membelanjakan lebih dari kebutuhan bisnis.

Misalnya, setelah bisnis mulai menguntungkan, seorang pengusaha pemula tertarik untuk membeli mobil, sepeda motor, liburan untuk hal-hal lain yang tidak terkait dengan bisnis yang dijalankannya. Hasil digunakan sebagai bahan habis pakai.

Padahal, uang dari keuntungan masih sangat dibutuhkan agar usaha yang dirintis semakin kuat dan berkembang.

Lany Siswadi, pemilik merek sambal Bu Rudi dari Surabaya, berbagi tips bagi para pengusaha pemula agar tidak merasa minder dan langsung menjadi konsumen saat perusahaan yang dijalankannya mendapat untung.

Lany sendiri memulai bisnisnya dari nol. Dan memulai bisnisnya sendiri, dia memutuskan untuk tidak terburu-buru bersenang-senang, terlepas dari kesuksesan bisnisnya.

Untuk itu, Lany membagikan beberapa tips yang bisa dicoba oleh para wirausahawan pemula, seperti dikutip dari akun Youtube Wakil Walikota Surabaya Eri Armuji.

  • Jangan membeli barang yang belum pasti akan digunakan

Rani mengatakan bahwa ketika dia memulai bisnis menghasilkan uang, dia mendapatkan uangnya kembali dan mengembangkan bisnisnya. Sebelum memproduksi sambal bermerk Bu Rudy, Lany berkecimpung di bisnis sepatu.

Mengkonversi keuntungan dari bisnis sepatu menjadi modal untuk pembelian bahan baku. Karena itu, modal bertambah.

Selama ini Lany tidak membeli apapun atau hal-hal yang tidak bermanfaat bagi perkembangan usahanya.

  • Berbagi manfaat dari keuntungan bisnis

Pola pikir bahwa uang hasil penjualan bukan milik saya sangat penting agar para pendiri tidak “sewenang-wenang” menggunakan uang tersebut untuk tujuan selain bisnis.

Di sisi lain, menganggap uang itu milik orang lain dan memperlakukannya sebagai imbalan untuk mendapatkan pengembalian yang lebih besar. Oleh karena itu, pengusaha pemula hanya dapat memanfaatkan keuntungan untuk keperluan bisnis.

  • Memiliki ambisi untuk melakukan hal-hal yang lebih besar.

Setiap pengusaha pemula harus percaya bahwa bisnis yang dijalankannya harus lebih besar. Jangan pernah berhenti untuk mengembangkan sesuatu setiap saat.

Seperti yang diceritakannya kepada Lany Siswadi, saat memulai bisnis sepatunya, ia hanya memiliki satu toko. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah lapak mencapai 14 unit. Peningkatan jumlah kios berasal dari keuntungan yang diinvestasikan kembali untuk mendukung evolusi bisnis yang ada.

Begitu pula saat ia bekerja di bidang kuliner. Awalnya, ia menyewakan rumah tersebut untuk dijadikan restoran. Tetapi semakin banyak pelanggan yang berani membeli rumah yang dia sewa dan properti lain di dekatnya.

Hal ini untuk memungkinkan bisnis yang beroperasi untuk tumbuh lebih lanjut.

  • Mempunyai mental yang kuat

Pengusaha harus memiliki pola pikir pemenang. Dengan kata lain, jika Anda dapat memenangkan persaingan bisnis dengan pesaing Anda, mengapa tidak?

Laney berkata, “Jika Anda merasa kami bisa menang, mengapa tidak?”

Memiliki semangat Win-Win akan memudahkan para startup untuk mengembangkan bisnisnya dan tidak lagi terjebak pada ide-ide yang dapat menghambat perkembangan bisnis.

  • Cinta terhada pekerjaan

Kunci utama kesuksesan bisnis adalah para pelaku komersial benar-benar mencintai pekerjaan mereka dan memperlakukan mereka seperti keluarga.

Tidak mungkin seorang wirausahawan pemula memenangkan persaingan jika menjalankan bisnis tanpa mengandalkan apa yang disukainya.

  • Problem solving

Setiap masalah selalu ada jalan keluarnya. Hal yang sama berlaku untuk bisnis. Jadi pengusaha startup perlu memiliki solusi jika muncul masalah. Anda harus menghadapi masalah dan mencari solusi.

“Kalau ada kendala, harus dicari jalan keluarnya,” kata Lany. “Dalam bisnis pasti ada masalah dan ada solusinya.”