Gorontalo Hasilkan 500 Ton Gula Semut Untuk Di Ekspor Ke Qatar

Gorontalo Hasilkan 500 Ton Gula Semut Untuk Di Ekspor Ke Qatar

Gorontalo Hasilkan 500 Ton Gula Semut Untuk Di Ekspor Ke Qatar – Sebanyak 500 ton gula aren produksi masyarakat Gorontalo diekspor ke Dubai, Qatar. Ekspor tersebut diumumkan pada Sabtu (13/8/2022) oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer.

Gula semut ini diproduksi oleh Kelompok Tani Huyula di Desa Dulamayo Selatan, Talaga, Gorontalo, Sulawesi Utara. Untuk menghasilkan gula aren berkualitas tinggi untuk ekspor, petani mengikuti pedoman UPTD KPH VI dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo.

Gula semut diekspor melalui kerjasama dengan CV Manembo Aren sebagai investor yang bekerjas ama dengan petani lokal.

Produksi gula semut yang dikenal sebagai gula aren di pasar Eropa dikelola dalam satu pabrik produksi, dan dikelola secara terpadu, termasuk promosi melalui berbagai cara.

“Sudah banyak pembeli yang bekerjasama dengan kami, antara lain  PT Unilever Indonesia Tbk, PT Daemeter Consulting, Steering Committee Tropical Landscapes Finance Facility (TLFF) dan PT Lotte Mart Indonesia. Di Tangerang Selatan juga ada  CV Manembo Aren, Café Temu BSD di Tangerang Selatan, dan Mr Baldwin yang memproduksi cokelat Otanaha di Jakarta,” kata Faizal Lamakaraka, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Gorontalo.

Hamka Hendra Noer menyambut baik perkembangan industri gula aren untuk menembus pasar ekspor. Hamka Noer mengatakan, ekspor gula semut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi petani nira Gorontalo untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya.

Hamka Noir mengatakan, ”Kerjasama dengan pihak asing yang membutuhkan perawatan baik kualitatif maupun kuantitatif. Pastikan jangan sampai permintaan akan produk sudah sudah banyak, tapi kualitasnya asal -asalan.”

Hamka berharap semakin banyak petani aren yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional ini. Banyaknya pohon kelapa sawit di Gorontalo, namun belum dievaluasi pemanfaatannya secara optimal.

Sebagian warga masih menggunakan nira untuk menghasilkan  minuman arak tradisional atau memproduksi gula aren batok dengan nilai ekonomis yang lebih rendah.

Gula semut produksi Dulamayo Selatan diekspor ke berbagai negara seperti Belanda, Turki dan Qatar.

Gula aren Gorontalo diproduksi dengan dua merek. Aren Go untuk pasar domestik dan merek Manembo Organik Palm untuk pasar internasional.