4 Kesalahan Manajemen Keuangan Yang Fatal Untuk Bisnis Pemula

4 Kesalahan Manajemen Keuangan Yang Fatal Untuk Bisnis Pemula

4 Kesalahan Manajemen Keuangan Yang Fatal Untuk Bisnis Pemula – Memiliki atau memulai bisnis sendiri bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena memerlukan beberapa penguasaan pengetahuan manajemen.

Jika dalam dunia bisnis sudah biasa mengalami pasang surut atau kegagalan, ini adalah hal yang wajar. Hal ini karena di sinilah para wirausahawan biasanya banyak belajar dari kegagalan.

Belajar banyak dari kegagalan dan kesalahan orang lain, sebaiknya sebagai pemula, untuk mengurangi risiko potensi kegagalan kamu. Ambil pelajaran dan gunakan sebagai pelajaran agar kamu tidak jatuh ke jurang kegagalan yang sama.

Selain mempelajari banyak kesalahan pengusaha lain, salah satu keterampilan yang harus Anda kuasai sebagai pemula atau pengusaha adalah keuangan.

Tentu saja, kamu juga tidak harus menjadi seorang akuntan untuk menguasai keuangan dalam bisnis. Yang terpenting, kamu bisa membaca dan memahami laporan keuangan. Ini berguna untuk membuat keputusan bisnis di masa depan.

Kamu juga harus memperhatikan sistem pola pengelolaan keuangan. Jika tidak diatur dengan baik, dapat menyebabkan krisis keuangan pada keuangan individu dan keluarga. Tentu saja, bagaimana dengan keuangan komersial, yang lebih kompleks dan daripada keuangan pribadi?

Bagi pengusaha pemula, ada empat faktor utama yang terkadang dipandang sebelah mata dan membuat kesalahan fatal yang bisa menghambat keuangan bisnis kamu. Semoga mengetahui hal ini akan membantu kamu menghindari kesalahan keuangan yang sama.

1. Buat anggaran atau rencana keuangan.

Sekalipun bisnis kamu masih merupakan startup, memiliki anggaran atau rencana keuangan penting sebagai wirausahawan pemula. Fungsi utamanya adalah panduan keuangan untuk pengeluaran pengelolaan rencana bisnis.

Ini akan mencegah bisnis kamu mengeluarkan biaya berlebih seperti yang direncanakan.

Jadi kamu harus mempertimbangkan kembali apakah biaya ini benar-benar harus dikeluarkan. Hal ini karena penerbitan lanjutan dapat mengurangi keuntungan atau menyebabkan kerugian bisnis.

2. Catatan pendapatan dan pengeluaran keuangan yang tidak terkendali.

Memelihara catatan keuangan atau menjaga pembukuan pengeluaran dan pemasukan adalah hal terpenting dalam mengelola keuangan bisnis kamu.

Bisnis perlu mengelola keuangan mereka dengan tepat sehingga mereka dapat memaksimalkan keuntungan mereka dengan jumlah biaya yang paling sedikit. Salah satunya adalah pencatatan keuangan.

Tujuannya agar di akhir periode kamu akan memiliki gambaran yang jelas tentang berapa total pendapatan, total pengeluaran, dan keuntungan kamu.

Catatan ini berfungsi sebagai penilaian dan berfungsi sebagai laporan keuangan untuk perencanaan keuangan masa depan. Salah satunya adalah menentukan jumlah pendapatan dan tujuan efisiensi keuangan yang dapat dicapai dan dilaksanakan.

Jika bisnis kamu mulai berkembang. Diperlukan lebih banyak investasi untuk menggunakan alat yang dapat mencatat transaksi keuangan secara efektif dan efisien.

Jangan anggap remeh, karena terus mencetak gol dengan pola keuangan sederhana sangat rentan terhadap kesalahan yang dapat menyebabkan kerugian.

3. Kamu bingung antara rekening pribadi dan bisnis.

Ketika kamu siap untuk memulai bisnis, kamu juga harus memiliki alat yang dibutuhkan. Salah satunya adalah pemisahan rekening antara personal finance dan corporate finance.

Ini tidak berarti kamu tidak merasa perlu untuk memisahkannya ketika bisnis kamu masih kecil. Secara khusus, jika kamu memisahkannya setelah memulai bisnis, kamu dapat dengan jelas melihat pendapatan dan pengeluaran yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.

Pemisahan kamu juga memudahkan pembuatan catatan keuangan untuk bisnis yang kamu operasikan.

4. Penggunaan dana usaha untuk kebutuhan pribadi.

Kesalahan fatal keempat yang dilakukan pengusaha adalah tidak memisahkan penggunaan uang untuk kepentingan pribadi dan perusahaan.

Yang paling umum adalah penggunaan dana usaha untuk kebutuhan pribadi, terutama kebutuhan sehari-hari atau rumah tangga. Jika dilakukan secara konsisten tentunya akan berdampak negatif bagi perkembangan bisnis kamu. Dengan kata lain, itu akan mengacaukan arus kas bisnis kamu.

Seiring waktu, tampaknya modal bisnis akan terkuras untuk tujuan non-bisnis, volume bisnis akan berhenti, dan tidak ada bisnis yang akan menguntungkan. Hal ini berpotensi menimbulkan kerancuan dalam sistem akuntansi. Dan parahnya hal itu bisa menjadi faktor utama risiko kebangkrutan bagi bisnis kamu.

Demikian 4 kesalahan keuangan umum yang dilakukan oleh pengusaha yang baru memulai. Menjalankan bisnis tidak selalu berjalan mulus, dan berinvestasi tidak selalu melibatkan risiko.

Mengetahui kesalahan umum yang dilakukan pengusaha lain tentu saja dapat mengurangi risiko menjalankan bisnis di masa depan.