Semakin Banyak UMKM Yang Manfaakan Crowdfunding Untuk Cari Pendanaan

Semakin Banyak UMKM Yang Manfaakan Crowdfunding Untuk Cari Pendanaan

Semakin Banyak UMKM Yang Manfaakan Crowdfunding Untuk Cari Pendanaan, – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaku usaha utamamanya UMKM yang memanfaatkan crowdfunding keamanan untuk membiayai bisnis mereka.

Mengutip akun Instagram resmi OJK, Rabu (6 Agustus 2022), hingga 3 Juni 2022, total dana yang dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp 507,20 miliar.

Juru bicara OJK Sekar Putih Djarot menyebutkan jumlah dana yang dihimpun tersebut naik 22,75 % jika dibandingkan dengan akhir tahun 2021 (kumulatif tahunan).

“Jumlah penerbit atau dalam hal ini pelaku UMKM yang memanfaatkan security crowdfunding mengalami pertumbuhan sebesar 89,6 % year to date menjadi 237 penerbit dengan total pemodal mencapai 111.351 investor, kata Sekar Putih.

Crowdfunding atau urun dana merupakan salah satu jenis Financial technology (fintech) yang sedang populer, termasuk Indonesia.

Mengutip sikapiuangmu.ojk.go.id, crowdfunding sendiri adalah teknik pendanaan untuk proyek atau unit usaha yang melibatkan masyarakat luas.

Secara garis besar, fintech ini bekerja untuk meningkatkan daya serap dana investasi dari masyarakat.

Asal tahu saja, ide crowdfunding pertama kali dicetuskan di Amerika Serikat pada tahun 2003. Peluncuran sebuah situs patungan musisi bernama Artistshare jadi embrionya.

Dalam situasi tersebut, para musisi berusaha mencari dana dari para penggemarnya agar bisa memproduksi sebuah karya. Dari sana, kemunculan situs-situs crowdfunding lainnya merebak.

Di Indonesia, Fintech Crowdfunding atau lebih populer disebut Crowdfunding Saham/Securities digunakan untuk perluasan akses pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso beberapa waktu lalu mengatakan, perkembangan Securities Crownfunding akan menjadi sumber sumber alternatif. Inovasi ini dapat menjadi solusi untuk Generasi muda dan UMKM yang belum bankable untuk mengembangkan bisnis.