Untuk Melindungi Ide Serta Karya, KemenkopUKM Mendorong UMKM Untuk Segera Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya

Untuk Melindungi Ide Serta Karya, KemenkopUKM Mendorong UMKM Untuk Segera Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya

Untuk Melindungi Ide Serta Karya, KemenkopUKM Mendorong UMKM Untuk Segera Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya, – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) mendorong pelaku UMKM untuk mendaftarkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) berperan penting dalam menjaga ide dan kreasi untuk menciptakan fleksibilitas inovasi dan menciptakan daya saing yang kuat.

Belum lama ini, pada acara Roving Seminar tentang kekayaan intelektual di Yogyakarta, staf ahli KemenKopUKM Rulli Nuryanto menerima apresiasi dari Kementerian Kehakiman atas partisipasi KemenKopUKM dalam pertumbuhan kreativitas dan inovasi di bidang kekayaan intelektual dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

“Kekayaan intelektual memiliki banyak fungsi yang sangat penting bagi usaha kecil. Ini adalah alat untuk melindungi pencipta bisnis secara hukum, mendorong kreativitas, mendorong inovasi dan meningkatkan usaha kecil (legalitas, pembangunan citra, aset bisnis).” kata Rulli. Demikian disampaikan dalam siaran pers yang diterima pada Rabu, 27 Juli 2022.

Di antara semua hak kekayaan intelektual, jumlah sertifikasi merek dagang adalah 136.886 pada tahun 2021, paling banyak dibandingkan dengan sertifikasi lainnya.

Pada tahun 2020, 10.529 usaha kecil dan menengah (UKM) menerima pengurangan biaya layanan terkait pemberian hak merek berdasarkan data dari Kantor Kekayaan Intelektual Kementerian Hak Perusahaan. Untuk merek dagang usaha kecil. Dari 1,8 juta rupiah menjadi 5 juta rupiah.

Jumlah UKM sebanyak 1.333 merek jasa, 9.187 merek, 103 merek, dan 9 agregat dan merek jasa.

Masih ada kesenjangan besar antara pendaftaran merek saat ini dan kelompok sasaran. Misalnya, target yang ditetapkan oleh Small Business Administration dan Small Business Administration pada tahun 2022 adalah 1.340 merek dagang dan dibutuhkan 5.180 merek dagang.”

Rulli mengatakan, ada berbagai kendala dalam penyiapan pelaku usaha kecil dan mikro dalam melengkapi persyaratan. Antara lain, merek yang Anda buat umumnya memiliki kesamaan dalam suara dan tulisan.

Setelah itu, usaha kecil masih belum mengerti cara mendaftar online untuk mengunggah dokumen yang diperlukan, dan masih membutuhkan waktu lama untuk mengeluarkan merek dagang, meskipun 4-6 bulan belum sepenuhnya dikeluarkan berdasarkan undang-undang cipta kerja.

Selain itu, sosialisasi dari dinas teknis terkait masih kurang, dan sosialisasi penggunaan sistem klasifikasi merek UKM belum merata.

Rulli menegaskan, pemerintah akan terus memberikan bantuan kepada pemilik usaha kecil yang ingin mendaftarkan kekayaan intelektualnya.

“Pemerintah memberikan biaya penggantian pengurusan dan pendaftaran sertifikasi merek, mengecek database DJKI, memberikan bantuan pemulihan merek, dan membantu mengunggah pendaftaran sertifikasi merek,” kata Rulli.