BNI Bantu Lebih Dari 800 Usaha Kecil Dalam Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

BNI Bantu Lebih Dari 800 Usaha Kecil Dalam Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

BNI Bantu Lebih Dari 800 Usaha Kecil Dalam Pemulihan Ekonomi Pascapandemi, – Bank Negara Indonesia (BNI) melalui program dukungannya telah membantu ratusan usaha kecil dan menengah pulih secara ekonomi pasca pandemi Covid-19.

PT Bank Negara Indonesia (BNI) tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga menawarkan kemudahan modal dengan suku bunga rendah.

Hal tersebut disampaikan oleh Branch Manager BNI Purworejo Fujiatmoko Mahendra saat dikonfirmasi belum lama ini di acara HUT BNI ke-76.

Mahendra mengatakan, BNI berkomitmen menjalankan program di Kabupaten Purworejo yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya usaha kecil.

BNI merayakan HUT ke-76 pada tahun 2022 dengan mengusung tema BNI for Stronger Indonesia dengan logo BNI Jumping Higher. BNI dapat bekerja sama dengan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat.

“Nah, di Purworejo, tema ini akan kita implementasikan dalam bentuk penguatan sinergi untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi. Kita akan melakukan lompatan ke depan agar situasi ekonomi lokal segera tumbuh untuk mendukung perekonomian nasional juga. ,” dia berkata.

Mahendra mengatakan, dukungan terhadap pelaku UMKM sudah dilakukan BNI jauh sebelum pandemi merebak. Kepadatan terus meningkat seiring memburuknya situasi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini ada sekitar 800 UMKM yang diusung BNI di Purworejo.

Dimulai dengan usaha kecil, kambing, makanan ringan, toko ritel, bengkel, kacang tanah dan banyak lagi. Akhirnya, beberapa produk kecil, menengah dan ultra-kecil ini dijual di supermarket, memungkinkan mereka untuk memproduksi gula kelapa yang kini telah menembus pasar ekspor.

Fujiatmoko menjelaskan, “Bentuk dukungan bervariasi dan menyesuaikan dengan situasi bisnis. Misalnya, kami mendukung pemasaran, penghubung dengan perusahaan yang ada, dan pencocokan untuk mendukung permodalan dengan suku bunga rendah.”

Menurut Fujiatmoko, situasi ekonomi saat ini mulai membaik. Hal ini terlihat dari jumlah pelanggan yang terus meningkat.

“Saat ini kami memiliki 157.676 pelanggan di Purworejo, tumbuh baik sekitar 5% dibandingkan tahun 2021,” ujarnya.

Ia juga mengatakan HUT BNI ke-76 hanya dirayakan di Purworegio, namun makna dan tujuannya tidak diabaikan. Beberapa kegiatan yang diadakan adalah untuk tujuan kemanusiaan dan untuk mempromosikan sinergi seperti donor darah skala besar dan turnamen futsal.

Dalam kedua kegiatan tersebut, BNI berpartisipasi di beberapa instansi terkait yaitu TNI dan Polri. Sementara itu, upacara hanya ditandai dengan pemotongan tumpeng di seluruh Indonesia yang dilakukan secara online.

“Melalui donor darah dan futsal ini, kami ingin bersinergi dan mengajak kesehatan masyarakat untuk mengatasi wabah. Secara internal, kami mendorong karyawan kami untuk menyumbang, yang juga merupakan simbol kepedulian terhadap tetangga kami. Kami membutuhkannya,” kata Fujiatmoko.

Sementara itu, petugas pelayanan donor darah di PMI Purworejo, seorang atlet, mengatakan suplai darah UDD PMI Purworejo saat ini relatif aman.

Data terbaru masih mengandung sekitar 97 kista darah. Namun, suplai darah ini harus dikontrol, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Menurutnya, organisasi yang memiliki donatur kelompok membantu menjaga ketersediaan inventaris.

Fujiatmoko mengatakan, “Sekitar 50 pendonor mengikuti kegiatan hari ini.