Pemkab Purwakarta Bersemangat memajukan Gula Aren Menjadi Produk Ungulan

Pemkab Purwakarta Bersemangat memajukan Gula Aren Menjadi Produk Ungulan

Pemkab Purwakarta Bersemangat memajukan Gula Aren Menjadi Produk Ungulan, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, mendorong gula aren menjadi produk unggulan Kabupaten Purwakarta, sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan para petani di wilayah tersebut.

“Di willayah Sukasari banyak potensi yang bisa digali untuk meningkatkan perekonomian warga. Disampaikannya, bahan pembuatan gula merah masih banyak ditemukan di Kampung Cibodas, Desa Parungbanteng” ujar Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, dalam keterangannya, Kamis (7/7/2002)

Warga setempat memanfaatkan nira untuk diolah menjadi gula merah yang dicetak menggunakan bambu atau batok kelapa.

“Pemkab Purwakarta melalui perangkat daerah terus mendoron peningkatan dan pemanfaatan berbagai potensi yang ada, dengan ikut mengenalkan produk-produk lokal dari warga Purwakarta, ” katanya.

Hasil inovasi dari Desa Parungbanteng dilakukan agar gula memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sehingga menjadi produk unggulan di Kecamatan Sukasari dan dapat meningkatkan taraf hidup para petani.

“Jadi mari kita sama-sama beli produk lokal untuk berkontribusi pada eksistensi produsen produk lokal dan membantu UMKM dalam berkreasi dan berinovasi, ” katanya

Camat Sukasari Bayu Permadi mengatakan daerahnya tidak hanya memiliki keindahan alam namun juga sangat potensial untuk pengembangan produk UMKM tradisional seperti gula aren yang dikemas lebih apik agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Susi Lestari, salah seorang warga Desa Parungbanteng, memastikan kualitas kemasan produk tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

Menurut dia, sejauh ini pemasarannya dilakukan melalui media sosial dan kerabat terdekat di sekitar Sukasari. Karena itu, perhatian dan dukungan pemerintah sangat diperlukan, terutama dalam hal promosi dan membangunkan jejaring pasar.

“Awalnya hanya produksi sesuai pesanan, tapi saat ini sudah ready stok. Pemasaran memang masih terbatas, kami harap pemerintah andil dalam hal pemasaran, ” kata Susi.